Kista Di Rahim

Penyakit kista adalah penyakit yang paling banyak ditemukan pada wanita yang menjelang masa menopause dan juga pascamenopause. Pada mereka yang juga sedang menjalani terapi sulih hormon juga bisa beresiko mengalami masalah penyakit kista ini. Untuk itulah wanita yang memiliki faktor trkena resiko dari penyakit kista sebaiknya pemeriksaan dilakukan sedini mungkin untuk mencegah dari munculnya dan tumbuhnya kista di rahim serta menghindari dari makanan yang diawetkan dan juga minuman yang beralkohol.

Kista di rahim adalah berupa suatu tumor jinak yang bentuknya seperti kantung kecil yang isinya adalah cairan yang bisa berkembang di dalam ovarium atau indung telur wanita. Namun kebanyakan dari penyakit kista adalah penyakit yang tidak berbahaya, namun dari beberapa obat bisa menimbulkan atau memunculkan masalah yang dimulai dengan nyeri haid, kista yang pecah dan kemudian pendarahan hingga ditandai dengan penyakit yang serius misalnya adalah batang ovarium yang melilit, gangguan pada kehamilan, dan juga ketidaksuburan hingga terjadi masalah kista endometriosis.

Gejala dari kistadi rahim adalah tekanan yang sangat kuatpada perut, dan juga nyeri yang ada di bagiann bawah punggung, dan nyeri haid. Gejala lainnya adalah masalah papda berat badan, tekanan darha yang tinggi, masalah pada jerawat.

Sedangkan cara mengobati kista di rahim bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami. Bahan alami tersebut adalah :
Bahan : benalu teh 10 gram, keladi tikus 5 gram, buah Makassar 3 gram, dan kunyit putih sebanyak 15 gram yang bisa dikonsumsi sendiri.

Cara meramu ramuan adalah :

  1. Campurkanlah semua bahan-bahan diatas menjadi satu, kecuali dari kunyit putih
  2. Tambahkanlah air mendidih sebanyak dua gelas
  3. Aduklah hingga ramuan ini rata
  4. Kemudian diamkan sebenar hingga ramuan ini bisa diminum.
  5. Untuk pemakaian kunyitpuyih, ramulah dalam satu gelas air yang mendidih.

 

Posted in Kista Rahim | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Kista Rahim Wanita

Kista rahim wanita atau kista ovarium dapat menjadi komplikasi serius selama kehamilan. Kista sebenarnya juga salah satu jenis tumor. Bentuknya seperti kantung-kantung berisi cairan. Sebenarnya, kista adalah hasil ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) yang terjadi setiap bulan. Biasanya ia akan menghilang dengan sendirinya. Namun kadangkala kista tersebut justru berkembang dan semakin membesar. Saat ovulasi, hormon progesteron akan merangsang dinding rahim untuk membentuk bantal bagi embrio di masa datang. Bantalan empuk ini terdiri dari jaringan lemak, pembuluh darah, dan kantung-kantung kecil yang berisi cairan. Kista bisa berasal dari salah satu kantung ini. Misalnya pada jenis kista korpus luteum.

Kista juga bisa terbentuk sendiri dan bukan dipengaruhi oleh ovulasi. Kista jenis inilah yang perllu diwaspadai dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Kista yang normal (fisiologis) dan kista tidak normal (patologis) bisa dibedakan dari diameternya. Perbedaan ini dapat dilihat dari pemeriksaan USG. Kista rahim wanita yang fisiologis berdiameter kurang dari lima sentimeter. Kista ini akan menghilang dengan sendirinya di dalam waktu tiga bulan. Namun, tetap penting untuk diamati perkembangannya. Kista yang membahayakan terjadi pada satu disetiap 1000 ibu hamil.

Besar kista rahim wanita  yang dirasa cukup menganggu kehamilan adalah sekitar 15 cm dan ukuran ini cukup untuk meluruhkan rahim. Dokter akan mengambil tindakan berupa operasi pengangkatan kista meskipun Anda sedang hamil. Biasanya operasi dilakukan menjelang trisemester tiga. Jadi, pemeriksaan kehamilan sedini mungkin sangat penting untuk mendeteksi kista. Apalagi kista umumnya ditemukan pada kehamilan pertama.

Pada beberapa kasus, kista dapat memotong pembuluh darah sehingga menyebabkan nyeri disekitar rahim. Juga disertai dengan muntah. Sampai saat ini penyebab penyakit kista belum diketahui dengan pasti. Namun, banyak hal yang bisa memacu kemunculan kista. Misalnya, kebiasaan seorang ibu yang memberi bedak pada selangkangan bayi wanita. Bubuk bedak itu dalam 15 menit akan sampai ke indung telur. Perlahan ia akan membuat dinding telur mengalami rangsangan dan menjadi kista. Faktor lainnya adalah infeksi di daerah panggul yang tidak diobati dengan baik dan radang di selaput dinding rahim. Ada dugaan bahwa seringnya memakai obat kesuburan bisa memacu tumbuhnya kista.

Posted in Kista Rahim | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Kista Rahim

Kista rahim merupakan kantung kecil berisi cairan yang berkembang di dalam indung telur (Ovarium) wanita. Kista termasuk tumor jinak yang tidak berbahaya. Tetapi, beberapa kista dapat menimbulkan masalah, mulai dari nyeri saat haid, kista pecah, perdarahan, hingga penyakit serius, misalnya terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan, infertilitas hingga kanker endometrium.

Pada wanita normal, biasanya memiliki dua ovarium seukuran biji kenari pada sisi kiri dan kanan rahim. Masing-masing ovarium menghasilkan satu telur yang terbungkus dalam folikel (kantong). Ketika telur keluar, hormon estrogen akan memberi sinyal kepada rahim. Pada gilirannya, lapisan rahim mulai menebal dan mempersiapkan pembuahan telur oleh sperma (kehamilan). Bila telur tidak dibuahi, maka seluruh isi rahim akan dikeluarkan dalam bentuk haid bulanan.

Jika folikel gagal untuk pecah dan melepaskan telur, cairannya tetap tinggal dan dapat membentuk kista kecil ( lebih kecil dari 4 cm). Ini normal terjadi dan biasanya terjadi pada salah satu ovarium. Kondisi ini disebut sebagai kista fungsional, biasanya akan hilang dengan sendirinya, dan tidak perlu diobati.

Beberapa faktor yang menyebabkan berkembangnya kista, yaitu :

- Keturunan dari ibu atau nenek
- Siklus haid yang tidak teratur
- Perut buncit
- Menstruasi di usia dini (sebelum usia 11 tahun)
- Sulit hamil
- Penderita hipotiroid
- Penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)

Kista pada rahim biasanya tidak menimbulkan gejala, dan baru diketahui jika seorang wanita memeriksakan kandungan melalui USG. Tetapi, pada sebagian wanita dapat mengalami gejala seperti di bawah ini :

- Kram pada perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk
- Siklus haid tidak teratur
- Perut bawah sering terasa penuh atau tertekan
- Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang
- Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama
- Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau BAB
- Mual dan muntah
- Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina

Biasanya wanita baru memeriksakan diri ke dokter bila rasa sakit sudah tidak tertahankan, pingsan, ataupun mengalami perdarahan yang luar biasa hebat hingga lemas/anemia. Dokter spesialis kandungan (Obsgyn), biasanya akan melakukan test mulai dari USG, CT Scan, test darah, seperti CA125 – ovarium tumor marker test, ataupun test kehamilan untuk mendeteksi kehamilan anggur.

Posted in Kista Rahim | Tagged , , , , , , , , , , | 1 Comment

Penyebab Kista Rahim

Kista adalah kantung abnormal yang berisi cairan abnormal yang tumbuh tak hanya di indung telur (ovarium) atau ujung-ujung saluran telur (fimbria), tapi juga dikulit, paru-paru, bahkan otak. Pendeteksian kista pada awal kehamilan harus akurat. Sebab, secara sepintas bentuk kista ovarium mirip dengan bentuk badan kuning (corpus luteum/CL). CL adalah sisa sarang sel telur yang memang ada saat kehamilan. Kalau CL diambil karena disangka sebagai kista ovarium (indung telur), maka bisa terjadi keguguran, karena CL berfungsi mempertahankan fungsi hormone semasa kehamilan muda. Kelak setelah plasenta terbentuk sempurna, maka fungsi ini akan diambil alih oleh plasenta. Jadi, bila dari pemantauan USG terlihat kantung besar di indung telur pada kehamilan muda, belum tentu itu kista ovarium.

Kemungkinan adalah CL. Penyebab munculnya kista ovarium (indung telur) antara lain adalah kegagalan kantong telur (folikel) berovulasi. Seperti diketahui, dalam siklus reproduksi wanita, satu kantong telur dalam indung telur akan mengalami ovulasi setiap bulannya. Ovulasi adalah keluarnya sel telur dari folikel untuk kemudian ditangkap fimbria dan ditempatkan di saluran telur (tuba falopi) dan siap untuk dibuahi jika bertemu sperma. Selanjutnya folikel yang telah kehilangan sel telur disebut CL secara normal akan mengalami degenerasi, hilang diserap oleh tubuh. Sayangnya proses keluarnya sel telur dari dalam folikel mungkin mengalami kegagalan. Jika kerap terjadi seperti itu lama-kelamaan kantong telur yang gagal berovulasi dapat berubah menjadi kista.

Adanya kista di dalam perut bagian bawah bisa menyebabkan pembenjolan perut. Tekanan terhadap alat-alat di sekitarnya disebabkan oleh besarnya kista atau posisinya di dalam perut. Misalnya, sebuah kista yang tidak seberapa besar, tetapi terletak di depan rahim dapat menekan kandung kemih dan dapat menimbulkan gangguan berkemih, sedang satu kista yang lebih besar tetapi terletak bebas di rongga perut kadang-kadang hanya menimbulkan rasa berat dalam perut. Tekanan tumor dapat pula mengakibatkan sembelit, bengkak pada tungkai.

Perdarahan ke dalam kista yang terjadi dalam jumlah yang banya dapat menimbulkan nyeri perut mendadak.

Putaran tungkai dapat terjadi, dipermudah oleh faktor kehamilan dan sesudah persalinan. Torsi ini menyebabkan gangguan sirkulasi dan menimbulkan rasa sakit. Gangguan sirkulasi menyebabkan kerusakan jaringan dalam kista dan lama-kelamaan dapat menyebabkan robekan dinding kista dan menimbulkan penimbunan cairan bebas di dalam rongga perut (asites) dan perlekatan-perlekatan dengan sekitarnya.

Robekan dinding kista selain karena putaran tungkai, dapat juga akibat jatuh, atau pukulan di perut ataupun waktu berhubungan intim.

Infeksi pada kista dapat terjadi jika didekat kista ada sumber kuman, misalnya peradangan usus buntu.

Perubahan keganasan pada kista dapat pula terjadi. Metode-metode yang selanjutnya dapat menolong dalam pembuatan diagnosis yang tepat anara lain laparoskopi, USG, foto rontgen dan parasentesis

Posted in Kista Rahim | Tagged , , , , , , , , , , | 1 Comment

Penyakit Kista Rahim

Banyak kista pada rahim tidak menunjukkan gejala dan tanda, terutama kista rahim yang kecil. Pada umumnya kista rahim tidak mengubah pola haid, kecuali jika kista itu sendiri mengeluarkan hormon. Sebagian besar gejala dan tanda adalah akibat dari pertumbuhan, aktivitas hormonal, atau komplikasi kista tersebut.

Jenis-jenis Kista Ovarium

a. Kista Fungsional

Kista yang terbentuk dari jaringan yang berubah pada saat fungsi normal haid. Kista normal ini akan mengecil dan menghilang dengan sendirinya dalam kurun 2-3 siklus haid. Terdapat 2 macam kista fungsional; kista folikular dan kista korpus luteum.

- Kista Folikular

Folikel sebagai penyimpanan sel telur akan mengeluarkan sel telur pada ovulasi bilamana ada rangsangan LH (Luteinizing Hormone). Pengeluaran hormone ini diatur oleh kelenjar hipofisis di otak. Bilamana semuanya berjalan lancar, sel telur akan dilepaskan dan mulai perjalanannya ke saluran telur (tuba falloppi) untuk dibuahi. Kista folikuler terbentuk jika lonjakan LH tidak terjadi dan reaksi rantai ovulasi tidak dimulai, sehingga folikel tidak pecah atau melepaskan sel telur, dan bahkan folikel tumbuh terus hingga menjadi sebuah kista. Kista folikuler biasanya tidak berbahaya, jarang menimbulkan nyeri dan sering hilang dengan sendirinya antara 2-3 siklus haid.

- Kista Korpus Luteum

Bilamana lonjakan LH terjadi dan sel telur dilepaskan, rantai peristiwa lain dimulai. Folikel kemudian bereaksi terhadap LH dengan menghasilkan hormone estrogen dan progesterone dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk pembuahan. Perubahan dalam folikel ini disebut korpus luteum. Tetapi, kadangkala setelah sel telur dilepaskan, lubang keluarnya tertutup dan jaringan-jaringan mengumpul di dalamnya, menyebabkan korpus luteum membesar dan menjadi kista. Meski kista ini biasanya hilang dengan sendiri dalam beberapa minggu, tetapi kista ini dapat tumbuh hingga 4 inchi (10cm) diameternya dan berpotensi untuk berdarah dengan sendirinya atau mendesak ovarium yang menyebabkan nyeri panggul atau perut. Jika kista ini berisi darah, kista dapat pecah dan menyebabkan pendarahan internal dan nyeri tajam yang tiba-tiba.

b. Kista Dermoid

Kista ovarium yang berisi ragam jenis jaringan misal rambut, kuku, kulit, gigi dan lainnya. Kista ini dapat terjadi sejak masih kecil, bahkan mungkin sudah dibawa dalam kandungan ibunya. Kista ini biasanya kering dan tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat menjadi besar dan menimbulkan nyeri.

c. Kista Endometriosis

Kista yang terbentuk dari jaringan endometriosis (jaringan mirip dengan selaput dinding rahim yang tumbuh diluar rahim) menempel di ovarium dan berkembang menjadi kista. Kista ini sering disebut juga sebagai kista coklat endometriosis karena berisi darah coklat-kemerahan. Kista ini berubungan dengan penyakit endometriosis yang menimbulkan nyeri haid dan nyeri sanggama.

d. Kista Denoma

Kista yang berkembang dari sel-sel pada lapisan luar permukaan ovarium, biasanya bersifat jinak. Kista Denoma dapat tumbuh menjadi besar dan menganggu organ perut lainnya dan menimbulkan nyeri.

e. Polikistik Ovarium

Ovarium berisi banyak kista yag terbentuk dari bangunan kista folikel yang menyebabkan ovarium menebal. Ini berhubungan dengan penyakit sindrom polikistik ovarium yang disebabkan oleh gangguan hormonal, terutama hormone androgen yang berlebihan. Kista ini membuat ovarium membesar dan menciptakan lapisan luar tebal yang dapat menghalangi terjadinya ovulasi, sehingga sering menimbulkan masalah infertilitas.

Posted in Kista Rahim | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment